Jumat, 09 Januari 2015

Good Corporate Governance Vs Etika Profesi Akuntansi

saya akan mereview artikel Good Corporate Governance di Indonesia yang dikaitkan dengan Etika Profesi Akuntansi oleh Admin KeuSM, 19 Februari 2013.
Asian Development Bank (ADB) menyatakan secara tegas bahwa krisis yang terjadi di Indonesia, Malaysia, Thailand, Fiipina dan Korea Selatan disebc akan kegagalan dalam melaksanakan Good Corporate Governance .
Secara umum ada 3 persoalan utama di Asia khususnya di Indonesia yang menyebabkan pelaksanaan Good Corporate Governance masih begitu lemah. Tiga persoalan ini adalah banyak perusahaan yang masih terbelkang atau belum didesain untuk memainkan peran penting di pasar, pasarnya sendiri tidak bekerja secara optimal dan lingkungan bisnisnya tidak kompetitif, serta sistem hukum yang lemah dan lembaga-lembaga yang menangani dan menjalankan aturan main itu sendiri maupun keseluruhan penegakan peraturan administrative masih lemah termasuk didalamnya penegakan peraturan di bursa saham atau standarisasi laporan akuntansi.
Kegagalan sistematis (Systematics failures) dalam pelaksanaan Good Corporate Governance ditandai oleh lemahnya sistem hukum, inkonsistensi dalam standar akuntansi dan auditing, penyelenggaraan praktek perbankan yang buruk, supervisi dewan komisaris yang tidak efektif dan perlindungan yang kurang terhadap pemegang saham minoritas.
Hal tersebut disebabkan dari konsentrasi kepemilikan perusahaan yang tinggi (mencapai 57%-65%), Supervisi Supervisi Dewan Komisaris yang tidak efektif, posedur pengwasan perusahaan yang tidak transparanyang tidak transparan dan tidak efisien peranan sumber pembiayaan eksternal yang sangat dominan yaitu utang dari Bank dan pengawasan yang minim dari pmberi dana eksternal tersebut.
Berdasarkan penelitian PERC, posisi Indonesia dalam pelaksanaan Good Corporate Governance menempati posisi terbawah di kawasan Asia pada tahun 2001 dengan skor sebesar 8,33 dan menjadi lebih buruk dibandingakn tahun sebelumnya yaitu sebesar 8,29. Pemberian skor menggunakan angka 1-10.
Riset Mckensey and Co. mengenai pelaksaan Corporate Governance di tujuh negara Asia yaitu Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand dan Indonesia pada posisi terbawah dengan skor 1. Dimana dalam penelitian ini, 1 adalah skor yang terburuk dan 6 adalah skor yang terbaik.
Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut jika dikaitkan dengan Etika Profesi Akuntansi akan disimpulkan sebagai berikut :
1.      Pelaksanaan Good Corporate Governance di Indonesia hanya sekedar menuruti aturan baru sehingga serba ala kadarnya dan tidak sungguh-sungguh.
2.      Aturan-aturan pelaksanaan Good Corporate Governance itu sendiri belum tegas dan menyeluruh.
3.      Pemenuhan hak-hak pemegang saham khususnya pemegang saham minoritas masih belum banyak terpenuhi.
4.      Dewan komisaris belum efektif menjalankan fungsinya.
5.      Pengawasan kinerja direksi masih tergolong lemah.
6.      Laporan tahunan belum memberikan informasi yang memadai bagi para stakeholder atau pemega saham untuk mengetahui lebih jauh tentang kegiatan perusahaan, laporan keuangan dan informasi lain untuk mengambil keputusan.
7.      Perhatian terhadap stakeholders yaitu investor, otoritas bursa, karyawan dan masyarakat sudah cukup baik dilihat dari bentuknya corporate secretary dan pelaksanaan community development program.


Sabtu, 29 November 2014

kecurangann (fraud) dalam akuntansi

Kasus-kasus skandal akuntansi dalam tahuntahun
belakangan ini memberikan bukti lebih
jauh tentang kegagalan audit yang membawa
akibat serius bagi masyarakat bisnis. Kasus
seperti itu terjadi pada Enron, Global Crossing,
Worldcom di Amerika Serikat yang mengakibatkan
kegemparan besar dalam pasar modal. Kasus
serupa terjadi di Indonesia seperti PT Telkom dan
PT Kimia Farma. Meski beberapa salah saji yang
terjadi belum tentu terkait dengan kecurangan,
tetapi faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan
kecurangan oleh manajemen terbukti ada pada
kasus-kasus ini.
Sebagai contoh di Indonesia dapat dikemukakan
kasus yang terjadi pada PT Kimia Farma Tbk
(PT KF). PT KF adalah badan usaha milik negara
yang sahamnya telah diperdagangkan di bursa.
Berdasarkan indikasi oleh Kementerian BUMN
dan pemeriksaan Bapepam (Bapepam, 2002) ditemukan
adanya salah saji dalam laporan
keuangan yang mengakibatkan lebih saji (overstatement)
laba bersih untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2001 sebesar Rp 32,7 miliar yang
merupakan 2,3 % dari penjualan dan 24,7% dari
laba bersih. Salah saji ini terjadi dengan cara
melebihsajikan penjualan dan persediaan pada 3
unit usaha, dan dilakukan dengan menggelembungkan
harga persediaan yang telah diotorisasi
oleh Direktur Produksi untuk menentukan nilai
persediaan pada unit distribusi PT KF per 31
Desember 2001. Selain itu manajemen PT KF
melakukan pencatatan ganda atas penjualan pada
2 unit usaha. Pencatatan ganda itu dilakukan
pada unit-unit yang tidak disampling oleh auditor
eksternal.
Terhadap auditor eksternal yang mengaudit
laporan keuangan PT KF per 31 Desember 2001,
Bapepam menyimpulkan auditor eksternal telah
melakukan prosedur audit sampling yang telah
diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik,
dan tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan
membantu manajemen PT KF menggelembungkan
keuntungan. Bapepam mengemukakan proses
audit tersebut tidak berhasil mendeteksi adanya
penggelembungan laba yang dilakukan PT KF.
Atas temuan ini, kepada PT KF Bapepam
memberikan sanksi administratif sebesar Rp 500
juta, Rp 1 milyar terhadap direksi lama PT KF dan
Rp 100 juta kepada auditor eksternal (Bapepam
2002).
Menjadi permasalahan yang menimbulkan
pertanyaan di sini: Mengapa auditor eksternal
gagal dalam mendeteksi kecurangan dalam laporan
keuangan seperti yang dicontohkan di atas?
Mestinya bila auditor eksternal yang bertugas
pada audit atas perusahaan-perusahaan ini
menjalankan audit secara tepat termasuk dalam
hal pendeteksian kecurangan maka tidak akan
terjadi kasus-kasus yang merugikan ini. Faktor
apa saja yang menghalangi auditor eksternal
dapat menjalankan tugasnya sehingga kecurangan
dapat terdeteksi? Selanjutnya bila faktor
tersebut terjawab, bagaimana upaya perbaikan
sehingga auditor eksternal mampu memenuhi
harapan pengguna laporan keuangan?
Mengingat akan arti pentingnya tanggung
jawab auditor ini, maka makalah ini bertujuan
untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktorfaktor
penyebab kegagalan auditor eksternal
dalam pendeteksian kecurangan. Untuk melakukan
hal di atas, pembahasan didasarkan atas
literatur-literatur profesional dan penelitianpenelitian
empiris yang berkaitan. Dari uraian ini
diharapkan agar didapatkan gambaran jelas dan
komprehensif tentang masalah ini dan dapat
digunakan untuk mengevaluasi berbagai langkah
untuk memperbaiki kinerja auditor dalam
pendeteksian kecurangan. Untuk menjawab
pertanyaan permasalahan di atas bukan merupakan
tugas mudah mengingat literatur dalam
bentuk opini maupun penelitian empiris maupun
rangkuman penelitian amat tersebar-sebar dan
dalam skop atau lingkup kecil. Dalam makalah ini,
analisis dilakukan dengan memetakan secara
komprehensif faktor-faktor penyebab secara meta
theory dan berdasarkan faktor-faktor tersebut
menganalisis upaya perbaikan yang mungkin
diusulkan.

Selasa, 21 Oktober 2014

Etika, Norma, dan Hukum secara Umum dan Dikaitkan dengan Akuntansi

Nama : Gaby Clara Sinta
Kelas : 4EB03
NPM : 22211985



Pengertian Etika Berdasarkan beberapa buku seceara umum yaitu sebagai berikut : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat,  Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral dan menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”. Berdasarkan dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya : Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia, etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.
Perbedaan Etika dan Etiket adalah Etika berarti moral sedangkan etiket berarti sopan santun. Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai ethics dan etiquette. dalam menciptakan perilaku etika dalam bisnis dan jika dikaitkan dengan dunia akuntansi ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll.

Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma agama, norma moral dan norma sopan santun. Berikut beberapa penjelasannya : Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan, Norma agama berasal dari agama, Norma moral berasal dari suara batin, Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.
Moral dalam dunia bisnis dan jika dikaitkan dengan dunia akuntansi adalah dengan contoh sebagai berikut : Sejalan dengan berakhirnya pertemuan para pemimpin APEC di Osaka Jepang dan dengan diperjelasnya istilah untuk menjadikan Asia Pasifik ditahun 2000 menjadi daerah perdagangan yang bebas sehingga baik kita batas dunia akan semakin "kabur" (borderless) world. Hal ini jelas membuat semua kegiatan saling berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan (opportunity) dan keuntungan (profit). Kadang kala untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tadi, memaksa orang untuk menghalalkan segala cara mengindahkan ada pihak yang dirugikan atau tidak.
Berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan pembicaraan agama dan budaya, artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. Isu yang mencuat adalah semakin pesatnya perkembangan informasi tanpa diimbangi dengan dunia bisnis yang ber "moral", dunia ini akan menjadi suatu rimba modern yang di kuat menindas yang lemah sehingga apa yang diamanatkan UUD 1945, Pasal 33 dan GBHN untuk menciptakan keadilan dan pemerataan tidak akan pernah terwujud.
Moral lahir dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya. Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang sehingga dapat dinyatakan bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan memiliki moral yang terpuji dalam melakukan bisnis. Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam berbisnis tidak akan bisa ditentukan dalam bentuk suatu peraturan (rule) yang ditetapkan oleh pihak-pihak tertentu. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajaran agama yang dianut budaya dan dimiliki harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Jumat, 09 Mei 2014

tugas english bussiness 3 news translate

The strengthening Rupiah did not merely carry the fortunes for the economy



Bank Indonesia (BI) said the strengthening Rupiah that occurs when it is not always about giving a sweet taste on the economy. Because, when the rupiah strengthened, thus potentially making the weakening export performance

BI's own record that the rupiah exchange rate at Rp 11,537 per USD from Rp 11,532 per USD pening.

BI Senior Deputy Governor Mirza Adityaswara said, the most important in the economy, precisely the stability of the exchange rate of the Rupiah. Therefore, for budgeting funds of a business could not be determined if the Rupiah fluctuates

"The mindset has to be changed, an important exchange rates stable, because if it is not stable, people can not effort, could not create a budget. Later when stable, then the business community could do its work, "he said in the building of BI, Jakarta, Friday (2/5).

According to him, the forward exchange rate of the Rupiah still fluctuates will move. It is if you see the condition of the world economy is not been stable.

From his notes, U.S. interest rates will certainly begin to rise in the second quarter of next year as central bank stimulus termination. In addition, the Central Government of China weakened the yuan exchange rate in order to boost exports.

It is a challenge for Indonesia. Because, at the same time, the country wants to fix the current account deficit (current account deficit / CAD) with a target of reaching 2 percent next year.

"We have to make the trade balance surplus, surplus larger, the CAD is smaller, at 2.5 percent this year and 2 percent next year" he explained.

Meanwhile, challenges from within the country, derived from the performance of this year's general election. The election made the investors chose to wait for political certainty before putting their money in Indonesia.

sumber: http://www.merdeka.com/uang/bi-penguatan-rupiah-tak-melulu-bawa-untung-bagi-ekonomi.html

Selasa, 29 April 2014

tugas 2 news in letter with 5W 1H

The Weddings of The Good Lecturer, Mrs. Dini Tri Wardhani

Mrs. Dini was the lecturer in my class, she teaches two courses in the 5th semester last year. The courses are taught by Mrs. Dini, among others Taxation and Advanced Financial accounting. SKS on 2 courses are was 3 SKS. Courses that she teached, on our classes, including courses which is very important to raise the grade point average (GPA). she is very good in terms of value, the material that she teached is also easy to understand. Value of my classes in both subjects are she taught very satisfactory, then at the end of the last meeting she told "I love this class, all of students are smart and very polite".
At the beginning of the month of April, she got married. The wedding took place at the residence of her itself, the place is not as far from the E campus Gunadarma University. My class was invited to come in that wedding, even though in this new semester, our class is no longer taught by Mrs. Dini. She was a new lecturer at the Gunadarma University, she was a bachelor's and master's that was educated and take a scholarship from the Gunadarma University in China. in the place her wedding reception, there are some classes are also that invited. Surely that she was teach in that class. besides meet friends of other classes, I also met the lecturers who are also friends of Mrs. Dini. One among the many lecturers that I  encountered there is Mr. Budi Santoso, he was one of the lecturers in our class.
After the meal, my friend named Sani Handriani drawn in areas orchestra music at the Mrs. Dini reception. Sani had not wanted to sing, but my friends forced Sani to Sing. finally she singing several songs of dangdut, just sani who love dangdut in our class. She is a very funny guy and my lecturers and Mrs Dini are laughed when sani was singing.

Happy Wedding Mrs. Dini, hopefully be a happy family, amen

Selasa, 11 Maret 2014

Recommended Place for Tourist who Came to Indonesia






Nama : Gabyclara Sinta P.W
NPM :22211985
Kelas :3EB03
TUGAS 1 ENGLISH BUSSINESS 2
“Kota Tua” and “Pulau Seribu”, those places that I’ll recommended for every tourists who came to Indonesia. Located in Jakarta, the capital city of Indonesia, make these location easy to find. Kota , is a small area in Jakarta, Indonesia. It spans 1.3 square kilometres of North Jakarta and West Jakarta (Kelurahan Pinangsia, Taman Sari and Kelurahan Roa Malaka, Tambora). Kota is Indonesian word for "city", it was the reminiscent of the vicinity during colonial times in 16th century.
            “Kota Tua” has many kind of museum, like museum Fatahillah, museum lubang buaya, and many more. These places can give information about Indonesian history, and so Indonesian figures who fight for freedom. Not only museums, “kota tua” also has classic atmosfere. Every buildings have built long time ago before Indonesia has it’s freedom until now. One of the Iconic building is museum bank Indonesia. This place was an Indonesian bank that called “De Javasche Bank”. Indonesian government has changed the function from bank to museum, because this place has a historical value that can usefull for indonesian generation.
            I also recomended “pulau seribu” as tavelling destination for tourists. The location of “pulau seribu” not far from Jakarta. It just need a short time to visit this place with boat. Indonesian people call it “pulau seribu” because it consists many little islands. “Pulau Seribu” consists of 128 islands. Among the islands, only a small part of the island which has a population.
 Pulau kelapa, pulau pari, and pulau pramuka, are recommended place for tourists to visit. Currently, pulau seribu has established several resorts that can be used for tourists. Pulau seribu is a great place to visit, specialy for tourist who wanna feel indonesian sea and beach view. Tourists can do water sport too, like snorkling diving, jetski and many more.